Setelah sekian lama, kita kembali bertemu. Suara itu jelas masih terdengar sama di telinga ku, dan senyuman itu masih sama seperti dulu. Ku pikir semua tentang mu akan berubah, terlebih kita sudah lama sekali tidak bertemu. Tapi ternyata semuanya masih sama seperti saat pertama kali aku mengenal mu. Namun yang berbeda kini adalah kita, ya kita yang tak seperti dulu lagi.
Aku tak pernah mengira akan kembali bertemu dengan mu tuan. Karena, sejujurnya saat ini aku sedang belajar untuk menghindar dari dirimu, bahkan jauh sebelum malam itu aku sudah meminta kepada Tuhan untuk tidak dipertemukan atau pun berbicara dengan mu lagi, karena aku tau jika aku kembali bertemu dengan mu perjuangan ku selama ini untuk tak lagi berharap padamu semuanya akan sia-sia saja. Namun semesta berkata lain, sejauh apapun aku menghindar darimu, nyatanya semesta kembali mempertemukan kita. Entahlah, aku sendiri pun tak tau sebenarnya takdir tuhan untuk kita itu seperti apa nantinya.
Tuan, bohong jika aku tak merasa bahagia bertemu dengan mu lagi. Senang rasanya dapat melihat wajah mu lagi meski hanya sesaat, aku senang karena ternyata kamu baik-baik saja meski aku tak lagi ada disamping mu. Jika boleh meminta, saat itu aku ingin sekali memeluk mu. Meluapkan semua rasa yang aku pendam selama ini. Bahkan kau tau tuan, sejujurnya ada banyak sekali pertanyaan yang ingin aku tanyakan padamu. Terlebih mengenai alasan kenapa kamu tiba-tiba menjauh dariku.
Tapi ku urungkan semuanya. Aku harus kuat, aku tak boleh terlihat lemah dihadapan mu, aku harus tetap tegar, meski rasanya sulit menahan air mata ini agar tak jatuh di hadapan mu saat itu, karena itulah aku tidak berani menatap mata mu terlalu lama.
Andai semuanya tak berakhir seperti ini, mungkin malam itu tak ada kecanggungan diantara kita, bahkan mungkin kamu sudah banyak bercerita mengenai harimu seperti dulu, dan seperti biasa aku akan selalu mendengarkan setiap hal yang kamu ceritakan sembari memainkan jari jemari mu.
Tuan, mengapa kisah kita begitu rumit? Sampai kapan kita akan seperti ini? Kapan semuanya akan kembali seperti dulu? Aku rindu, rindu semua hal yang pernah kita lalui bersama, dan aku merindukan kamu yang dulu.
Comments
Post a Comment