Skip to main content

Sedang rindu

Hay selamat malam, apa kabar kamu? Aku hanya ingin mengatakan kalau aku rindu. Iya aku rindu serindunya padamu. Tenang aku tak akan meminta mu untuk menemui ku, meski dalam lubuk hati kecilku, ingin sekali bertemu dengan mu tuan. Tapi aku tak boleh egois bukan? Aku tak boleh memaksakan sesuatu yang tak ingin kau lakukan. 

Tuan, sedang apa kau sekarang? Bagaimana dengan hatimu? Apa masih ada namaku di dalam sana? Ahh, aku ini sungguh childist, lagi-lagi aku selalu mempertanyakan hal bodoh pada diriku sendiri, bahkan coba lihat aku tuan, kenapa aku mudah sekali menangis?! Jujur aku sendiri tak paham apa yang sebenarnya ku tangisi ini. Kau? Atau hal lain? Tapi yang aku tahu, saat ini aku sedang rindu padamu.

Ini sudah hari ke-19 kamu berbeda tuan. Aku tahu, kita masih saling mengirim pesan meski hanya satu dua kalimat. Tapi jujur, bagiku ini sulit. Iya sulit, benar-benar sulit, karena aku terbiasa dengan mu yang dulu. 

Bicara tentang kau yang dulu dan sekarang, kau tahu tuan? Terhitung dari hari itu, ada banyak sekali hal-hal yang berubah dari hidupku, rasanya aku ini seperti bukan aku yang sesungguhnya. Tunggu .. jangan berpikiran aneh tentang ku. Maksud ku yang berubah bukan perasaan ku padamu, karena sampai detik ini perasaan ku masih sama, tak ada yang berubah sedikitpun. Hanya saja, kebiasaan ku yang mulai berubah. Akhir-akhir ini, aku banyak sekali mencoba hal-hal baru, entahlah .. mungkin alasan utama ku hanya tak ingin berpikir hal aneh tentang mu tuan, karena jujur aku lelah pada diriku sendiri. Aku tak ingin berpikir  macam-macam tentang mu. Aku takut apa yang ku pikirkan akan terjadi. Karena itu, aku menghabiskan waktu untuk mencoba hal baru yang mulai aku sukai.

Sebelum ku akhiri tulisan ku ini, aku hanya ingin mengatakan, "tolong, kembalilah.. kembali seperti dulu, aku rindu."

Comments