Skip to main content

MENYESAL? Tidak sama sekali ...

Ini sudah hampir tiga pekan kita tidak bertemu tuan, apa kamu tak rindu padaku?

Ahh, ingin sekali menertawakan diri sendiri jika mendengar kalimat itu. Rindu? Tunggu … Apa arti rindu untuk mu? Bahkan aku sendiri tak yakin jika rasa rindu mu itu untuk ku. Hahaha .. miris bukan menjadi aku yang sampai saat ini diabaikan begitu saja.

Terkadang aku berpikir untuk apa ada aku jika pada kenyataannya kamu jauh lebih bahagia saat tak ada aku disamping mu? Aku tau kamu punya dunia mu sendiri, dan rasanya itu jauh lebih penting dari pada aku yang hanya sebagai tempat singgah dikala rasa jenuh itu datang. Oh, atau mungkin … aku ini hanya sebuah boneka yang akan kau mainkan jika kau merasa kesepian? Hahaha.. lihat, betapa bodohnya aku, padahal aku sendiri tau jika kehadiran ku ini tidak berarti apa-apa untuk mu, tapi masih saja setia menunggu mu.

 

Mungkin benar apa yang dikatakan semua orang, bahwasanya cinta itu buta. Hahaha .. sekarang aku paham arti dari kalimat itu.

 

Aku sadar kita begitu banyak sekali perbedaan, iya .. aku dan kamu. Kamu pintar memainkan alat musik, sedangkan aku, tak ada satu pun alat musik yang aku kuasai. Kamu tipikal orang yang easy going, sedangkan aku? aku hanya gadis biasa yang butuh waktu lama untuk akrab dengan banyak orang apalagi orang itu terbilang baru untuk ku. Dan saking esay going-nya kamu pun pintar sekali dalam hal memikat hati seorang wanita, sedangkan aku, aku malah terbiasa disakiti oleh laki-laki seperti mu,

 

Awalnya ku pikir.. aku bisa menyeimbangkan perbedaan diantara kita, tapi ternyata aku gagal. Nyatanya tak ada satu satu pun hal yang bisa aku pelajari mengenai kelebihan mu. Bukannya tak ingin berusaha atau mencoba, tapi … sering sekali aku coba namun tetap saja hasilnya gagal, malah itu membuat aku seperti orang bodoh!

 

Menyesal? Tidak sama sekali.

Sejujurnya aku tak pernah sedikit pun menyesal menyimpan rasa serta rindu ku ini untuk mu. Bukankah ini resiko dari jatuh hati? Kalau bukan bahagia, ya .. kita harus siap untuk patah bukan? Tapi, disamping itu semua aku selalu berdo’a dan berharap kepada-Nya, jika suatu hari nanti semua pengorbanan ku ini akan berbuah manis nantinya, meskipun aku tak pernah tau kapan semua keajaiban itu datang, semoga saja.

 

 


Comments