Skip to main content

152 Days

00.00 wib di tanggal 17 Juni 2020 ~

Aku ingat ketika lima bulan yang lalu kamu mengungkapkan rasa itu, dan kamu tau tuan setelah empat tahun lamanya aku berani untuk membuka hatiku kembali, tepatnya ketika kamu hadir dalam hidupku. Lucu memang, apalagi perkenalan kita saat itu, bahkan dengan waktu yang sangat singkat aku dan kamu akhirnya berubah menjadi kita. Aku tau, ini sangatlah gila, hanya dengan enam belas hari aku dengan rasa maluku mengatakan "IYA" saat itu.

Kembali ku baca pesan-pesan mu lima bulan yang lalu, dan senyumku tak sedikitpun menghilang ketika membaca semua pesanmu. Kita begitu bahagia kala itu. Setiap hari selalu ku dapatkan notif pesan darimu, walau isinya hanya sekedar menanyakan hal-hal yang selalu kamu tanyakan berulang kali, tapi aku senang setidaknya saat itu aku sangatlah berarti dalam hidupmu.

Kamu tau apa yang selalu aku suka darimu? Ya, aku suka tingkah konyolmu tuan, aku suka dengan kesederhanaan mu, bahkan semakin lama aku suka semua hal tentang mu, meski aku belum sepenuhnya tau seperti apa dirimu yang sebenarnya. Tapi tak apa, aku tak mempermasalahkan itu semua, aku hanya ingin menjalani semuanya, menikmati setiap waktu yang akan kita habiskan bersama, meski sejujurnya aku tak pernah tau sampai kapan aku dan kamu masih menjadi kita.

Kau tau tuan, kehadiranmu membawa harapan baru untukku. Sedikit berlebihan memang, tapi ini yang aku rasakan, kau kembali membawa harapan yang pernah hilang dari hidupku, bahkan kau membuktikan jika aku bisa melupakan(dia) yang pernah membuat hatiku ini tertutup rapat. Aku sungguh berterimakasih padamu tuan, karena kamu telah mengembalikan rasa yang pernah hilang dari hidupku. 

Namun, entah mengapa akhir-akhir ini banyak hal yang aku takutkan tentang dirimu. 

Tuan ... jujur aku sangat takut sesuatu terjadi pada kita, apalagi akhir-akhir ini rasanya kamu begitu jauh dariku, aku tau saat ini kamu begitu sibuk mempersiapkan sesuatu yang amat kamu rindukan. Dan sejujurnya aku senang kamu kembali pada rutinitas mu seperti dulu, bahkan aku mendukungmu sepenuhnya.

Tapi disamping itu, yang aku takutkan hanyalah satu tuan, aku takut kehilanganmu. Apalagi sudah hampir tiga pekan ini kita tidak bertemu, bahkan saling mengirim pesan seperti lima bulan lalu pun itu sudah jarang sekali.

Tuan, jika kau membaca tulisan ku ini, aku mohon jaga dirimu baik-baik, jaga hatimu seperti janjimu dulu. Aku tau rasa bosan itu pasti menghampiri, tapi ku mohon tuan bertahanlah, karena aku belum siap untuk patah kembali seperti dulu.

Terakhir, ku ucapkan selamat seratus lima puluh dua hari di tanggal 17 ini, aku hanya berharap seterusnya akan selalu ada tanggal 17 yang kita lalui bersama.

Terimakasih, aku rindu padamu tuan ..

Comments