Hey
tuan, selamat bertambah usia
Semua
do’a sudah aku langitkan untukmu
Senang
rasanya bisa ikut ambil dihari bahagiamu ini
Sejujurnya
ada banyak hal yang ingin aku berikan dihari bahagiamu
Namun
karena beberapa hal, semuanya berubah dari apa yang sudah aku persiapkan sejak
lama
Tapi
tak apa, aku harus bisa membuat hari bahagiamu ini sempurna bukan
Kau
tahu tuan, jauh sejak lama aku sudah memikirkan semuanya untukmu
Aku
sudah membuat beberapa rencana untuk hari bahagiamu ini
Namun
lagi-lagi jalannya tidaklah mulus
Ada
banyak hambatan yang membuat semuanya sulit, terutama waktu
Kau
ingat tuan, aku sempat menanyakan hal aneh kepadamu malam itu?
Ku
pikir, saat itu aku akan mudah mendapatkan jawaban darimu
Tapi,
ternyata tidak
Kau
justru menjawab dengan hal yang sangat sederhana, dan itu jauh dari ekspetasiku
Tapi
bukan aku namanya, jika menyerah begitu saja
Beberapa
hari mendekati hari bahagiamu
Aku
semakin gencar mencari semua hal yang berhubungan dengan mu
Mulai
dari hal-hal yang kau sukai, dan mencari tahu apa yang menjadi kebiasaan mu
Ahh,
rasanya aku ini sudah seperti detektif saja tuan
Sampai-sampai
akun media sosial mu tak pernah absen ku lihat setiap hari, untuk sekedar
mencari tahu apa yang kau inginkan
Bahkan
aku sempat bertanya kepada seseorang, apa yang sekiranya kau sukai
Tapi
nyatanya nihil, aku masih belum mendapatkan jawaban yang sesuai dengan hatiku
Buntu
…
Mungkin
kata yang bisa menggambarkan keadaan saat itu
Aku
tidak bisa berpikir lagi tuan
Otakku
benar-benar tak bisa bekerjasama dengan ku
Tapi,
aku tidak mau menyerah begitu saja
Hingga
di malam sebelum hari bahagiamu
Aku
memutuskan untuk membuat sesuatu yang sangat sederhana untuk mu
Malam
itu ditemani alunan lagu, jemariku mulai menuliskan kata demi kata yang ku rangkai
untukmu
Ku
tuliskan beberapa hal yang sejujurnya aku sendiri merasa tak yakin jika kau akan
menyukainya tuan
Huhh,
tapi aku tetap melanjutkannya
Hingga
akhirnya tepat pada pukul 01.25 dini hari, aku berhasil menyelesaikan surat
terakhir ini tuan
Segera
ku rapihkan semuanya dan bergegas tidur, namun lagi-lagi pikiran ku tak lepas
dari apa yang akan terjadi esok hari
Aku
tak bisa membayangkan ekspresi apa yang nantinya akan ku lihat dari wajah mu
Senangkah?
atau mungkin sebaliknya
Sungguh
tuan ini kali pertamanya aku seperti ini
Tepat
dihari bahagiamu, ku pikir perasaan gelisahku ini akan hilang
Tapi
ternyata tidak, lagi-lagi aku takut tuan
Aku
takut kau tak menyukai semua hal yang sudah ku persiapkan ini
Bahkan
aku sempat mengirim pesan pada seseorang disana, apa sebaiknya ku titipkan saja
semua ini padanya
Tapi
seseorang itu berkata kepadaku, jangan, kau harus tetap hadir dan memberikan
semua ini untuknya, kau harus membuat hari bahagianya menyenangkan nona
Ahh,
dia benar, aku harus membuatmu senang terlebih dihari bahagiamu ini
Aku
mulai menyalakan lilin-lilin itu, berjalan melewati lorong bersama mereka orang
terdekat mu
Perasaan
ku benar-benar tak karuan tuan, ketika menunggu mu datang
Hingga
akhirnya tepat ketika kami menyanyikan lagu, kau pun datang dengan sejuta
ekspresi yang membuat kami tertawa bahagia
Kau
terlihat lucu tuan, dan jujur ini kali pertama aku melihat kau seperti itu
Tuan…
Dihari
bahagiamu ini, mungkin tak banyak yang bisa aku berikan untukmu
Aku
hanya bisa memberikan mu sesuatu yang amat sederhana ini
Tapi
aku senang, paling tidak aku berhasil mengukir senyuman diwajahmu itu tuan
Senang
rasanya menjadi salah satu orang yang ikut ambil dihari bahagiamu ini
Terakhir,
ku ucapkan selamat bertambah usia tuan
Comments
Post a Comment