Skip to main content

HARI BAHAGIAMU

Hey tuan, selamat bertambah usia

Semua do’a sudah aku langitkan untukmu

Senang rasanya bisa ikut ambil dihari bahagiamu ini

Sejujurnya ada banyak hal yang ingin aku berikan dihari bahagiamu

Namun karena beberapa hal, semuanya berubah dari apa yang sudah aku persiapkan sejak lama

Tapi tak apa, aku harus bisa membuat hari bahagiamu ini sempurna bukan

 

Kau tahu tuan, jauh sejak lama aku sudah memikirkan semuanya untukmu

Aku sudah membuat beberapa rencana untuk hari bahagiamu ini

Namun lagi-lagi jalannya tidaklah mulus

Ada banyak hambatan yang membuat semuanya sulit, terutama waktu

 

Kau ingat tuan, aku sempat menanyakan hal aneh kepadamu malam itu?

Ku pikir, saat itu aku akan mudah mendapatkan jawaban darimu

Tapi, ternyata tidak

Kau justru menjawab dengan hal yang sangat sederhana, dan itu jauh dari ekspetasiku

Tapi bukan aku namanya, jika menyerah begitu saja

 

Beberapa hari mendekati hari bahagiamu

Aku semakin gencar mencari semua hal yang berhubungan dengan mu

Mulai dari hal-hal yang kau sukai, dan mencari tahu apa yang menjadi kebiasaan mu

Ahh, rasanya aku ini sudah seperti detektif saja tuan

Sampai-sampai akun media sosial mu tak pernah absen ku lihat setiap hari, untuk sekedar mencari tahu apa yang kau inginkan

Bahkan aku sempat bertanya kepada seseorang, apa yang sekiranya kau sukai

Tapi nyatanya nihil, aku masih belum mendapatkan jawaban yang sesuai dengan hatiku

 

Buntu …

Mungkin kata yang bisa menggambarkan keadaan saat itu

Aku tidak bisa berpikir lagi tuan

Otakku benar-benar tak bisa bekerjasama dengan ku

Tapi, aku tidak mau menyerah begitu saja

Hingga di malam sebelum hari bahagiamu

Aku memutuskan untuk membuat sesuatu yang sangat sederhana untuk mu

 

Malam itu ditemani alunan lagu, jemariku mulai menuliskan kata demi kata yang ku rangkai untukmu

Ku tuliskan beberapa hal yang sejujurnya aku sendiri merasa tak yakin jika kau akan menyukainya tuan

Huhh, tapi aku tetap melanjutkannya

Hingga akhirnya tepat pada pukul 01.25 dini hari, aku berhasil menyelesaikan surat terakhir ini tuan

Segera ku rapihkan semuanya dan bergegas tidur, namun lagi-lagi pikiran ku tak lepas dari apa yang akan terjadi esok hari

Aku tak bisa membayangkan ekspresi apa yang nantinya akan ku lihat dari wajah mu

Senangkah? atau mungkin sebaliknya

Sungguh tuan ini kali pertamanya aku seperti ini

 

Tepat dihari bahagiamu, ku pikir perasaan gelisahku ini akan hilang

Tapi ternyata tidak, lagi-lagi aku takut tuan

Aku takut kau tak menyukai semua hal yang sudah ku persiapkan ini

Bahkan aku sempat mengirim pesan pada seseorang disana, apa sebaiknya ku titipkan saja semua ini padanya

Tapi seseorang itu berkata kepadaku, jangan, kau harus tetap hadir dan memberikan semua ini untuknya, kau harus membuat hari bahagianya menyenangkan nona

Ahh, dia benar, aku harus membuatmu senang terlebih dihari bahagiamu ini

 

Aku mulai menyalakan lilin-lilin itu, berjalan melewati lorong bersama mereka orang terdekat mu

Perasaan ku benar-benar tak karuan tuan, ketika menunggu mu datang

Hingga akhirnya tepat ketika kami menyanyikan lagu, kau pun datang dengan sejuta ekspresi yang membuat kami tertawa bahagia

Kau terlihat lucu tuan, dan jujur ini kali pertama aku melihat kau seperti itu

 

Tuan…

Dihari bahagiamu ini, mungkin tak banyak yang bisa aku berikan untukmu

Aku hanya bisa memberikan mu sesuatu yang amat sederhana ini

Tapi aku senang, paling tidak aku berhasil mengukir senyuman diwajahmu itu tuan

Senang rasanya menjadi salah satu orang yang ikut ambil dihari bahagiamu ini

Terakhir, ku ucapkan selamat bertambah usia tuan

Semoga apa yang menjadi keinginan mu bisa segera kau dapatkan

Comments